Wahyudin: Demokrasi Bukan Sekadar Memilih, tetapi Tanggung Jawab Bersama
|
Dompu, Bawaslu Kabupaten Dompu - Anggota Bawaslu Kabupaten Dompu, Wahyudin, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Bedah Buku “Merawat Demokrasi: Refleksi Pemilu & Pilkada Dompu dalam Gagasan & Harapan”, yang digelar di Tamara (Taman Ramah Anak), Rabu (30/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Narasi Kita dan Madani Dompu tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Selain Wahyudin, hadir pula akademisi Ilyas Yasin, Wakil Ketua DPRD Dompu Kurnia Ramadhan,, serta Hen Ardiansyah, . sebagai moderator. Buku tersebut ditulis oleh Suherman Ahmad hadir juga Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu, Irwan
Dalam kegiatan tersebut, Wahyudin turut memberikan perspektif dari sisi pengawasan pemilu mengenai dinamika demokrasi di Kabupaten Dompu. Kehadirannya diharapkan dapat memperkaya pembahasan mengenai perjalanan demokrasi, penyelenggaraan pemilu dan pilkada, serta pentingnya menjaga kualitas demokrasi di tingkat lokal.
Sebagai Anggota Bawaslu Kabupaten Dompu, Wahyudin menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga demokrasi agar tidak hanya dimaknai sebagai proses pemungutan suara, tetapi juga sebagai upaya bersama membangun budaya politik yang sehat, berintegritas dan berkeadilan.
“Demokrasi tidak hanya berbicara tentang bagaimana kita memilih pemimpin, tetapi juga bagaimana seluruh prosesnya berlangsung secara jujur, adil, transparan dan berintegritas. Karena itu, masyarakat memiliki peran penting dalam mengawal setiap tahapan demokrasi,” ujar Wahyudin.
Menurutnya, refleksi terhadap pelaksanaan pemilu dan pilkada menjadi bagian penting untuk melihat berbagai hal yang telah berjalan baik sekaligus mengidentifikasi persoalan yang masih perlu diperbaiki. Evaluasi tersebut diperlukan agar pelaksanaan demokrasi pada masa mendatang dapat semakin berkualitas.
Bedah buku ini juga menjadi ruang diskusi bagi peserta untuk membicarakan gagasan dan harapan terhadap masa depan demokrasi di Kabupaten Dompu. Berbagai perspektif yang disampaikan para narasumber menjadi bahan refleksi bersama tentang bagaimana membangun demokrasi yang lebih substantif dan melibatkan masyarakat secara aktif.
Wahyudin berharap diskusi semacam ini dapat terus dilakukan sebagai ruang pertukaran gagasan antara penyelenggara pemilu, pemerintah, akademisi, legislatif, media, organisasi masyarakat, serta masyarakat umum.
“Kita perlu membangun kesadaran bersama bahwa demokrasi adalah tanggung jawab semua pihak. Pengawasan bukan hanya menjadi tugas Bawaslu, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat agar proses demokrasi benar-benar berjalan sesuai prinsip-prinsip yang kita harapkan,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WITA hingga selesai tersebut menjadi momentum untuk memperkuat literasi demokrasi sekaligus membuka ruang dialog mengenai perjalanan dan masa depan demokrasi di Kabupaten Dompu.
Penulis : Farid
Editor : Farid