Lompat ke isi utama

Berita

Swastari, Tahapan Pemilu Menuju Puncak Kampanye Kerjasama Dibutuhkan

Swastari, Tahapan Pemilu Menuju Puncak Kampanye Kerjasama Dibutuhkan
\n

Dompu, Bawaslu Kabupaten Dompu - Bawaslu Kabupaten Dompu melakukan langkah konkret dalam persiapan pemilihan umum dengan menggelar rapat koordinasi guna mempersiapkan penertiban Alat Peraga Sosialisasi (APS). Rapat koordinasi ini dihadiri oleh KPU Kabupaten Dompu, Sat. PolPP, Kepala Kesbagpoldagri dan Pimpinan Partai Politik.

\n\n\n\n

Pemilihan umum yang semakin mendekat telah mencapai titik koordinasi atau titik puncak, dengan kampanye yang akan segera dimulai dalam beberapa waktu ke depan. Salah satu hal yang menjadi fokus penting adalah pengawasan Alat Peraga Sosialisasi (APS) yang mulai mendominasi berbagai sudut wilayah di Kabupaten Dompu.

\n\n\n\n

Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu, Swastari Haz menekankan betapa pentingnya kerjasama dalam menjaga integritas pemilu. Tahapan penting telah kita lalui, dan sekarang kita akan memasuki fase kampanye. Selanjutnya, penetapan daftar calon tetap akan menjadi perhatian kita. KPU sebagai penyelenggara teknis, Bawaslu sebagai pengawas pemilu, dan partai politik sebagai peserta pemilu, semuanya harus berperan aktif dalam memastikan proses pemilu berjalan sesuai aturan dan adil," ungkap Swastari saat membuka Kegiatan Sosialisasi dan Implementasi Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum di Café Laberka, Selasa (31/10/2023).

\n\n\n\n

Dalam rapat koordinasi hari ini, Bawaslu Kabupaten Dompu juga mengumumkan penerbitan peraturan terbaru tentang tata cara pengawasan kampanye dan ini akan segera dibagikan kepada seluruh partai politik peserta pemilu selain itu, selanjutntnya Perbawaslu tentang pengawasan logistik pemilu yang telah diterbitkan dan akan kami share juga.

\n\n\n\n

“Dia menjelaskan Penyelenggaraan pemilu bukan hanya tanggung jawab Bawaslu dan KPU, tetapi juga partai politik sebagai subyek dan objek dalam pemilu. Semua harus memainkan peran pentingnya dalam menjaga transparansi dan keadilan dalam proses pemilihan umu,” jelasnya

\n\n\n\n

Namun  salah satu permasalahan utama yang menjadi perhatian dalam beberapa waktu terakhir adalah berkaitan dengan Alat Peraga Sosialisasi (APS) yang telah hadir di berbagai sudut Kabupaten Dompu meskipun ada beberapa yang melanggar aturan, fenomena ini mencerminkan keragaman dalam warna demokrasi. “Pemilu tanpa alat peraga sosialisasi akan terasa hampa, pemilu kalau tidak ada spanduk pasti sepi, pemilu kalau tidak ada balihonya tidak ramai dan Pemilu kalau tidak ada kampanye tidak ramai,” ungkapnya

\n\n\n\n

Dengan begitu, pemilu di Kabupaten Dompu akan menjadi ajang demokrasi yang bermakna dan melibatkan semua pihak. Kepedulian dan kerjasama dalam menjaga kelancaran pemilu menjadi kunci untuk mewujudkan pemilihan umum yang adil dan transparan.

\n\n\n\n

Editor : Farid

\n\n\n\n\n"