Lompat ke isi utama

Berita

Swastari : Soroti Pentingnya Ketelitian pada Tahapan Tungsura

Swastari : Soroti Pentingnya Ketelitian pada Tahapan Tungsura

Suasana saat proses simulasi Pemungutan dan Penghitungan  Suara Pilkada Serentak Tahun 2024 di TPS 05, Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu, yang digelar oleh KPU Kabupaten Dompu, pada Minggu 17 November 2024.

Dompu, Bawaslu Kabupaten Dompu – Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu, Swastari Haz, menyampaikan catatan penting terkait pelaksanaan tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara (Tungsura) yang akan berlangsung pada Pemilihan 27 November mendatang. Hal ini didasari hasil pengawasan melekat yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten dan Panwascam Dompu saat simulasi Tungsura di TPS 05, Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu, yang digelar oleh KPU Kabupaten Dompu, pada Minggu 17 November 2024.

Menurut Swastari, secara umum simulasi berlangsung sesuai prosedur, namun masih ada beberapa aspek yang perlu dikuatkan, terutama pemahaman petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Salah satu hal yang disoroti adalah sinkronisasi jumlah pemilih yang hadir dan menggunakan hak pilih dengan jumlah surat suara yang digunakan.

“Permasalahan utama yang sering terjadi di TPS biasanya adalah selisih jumlah penggunaan surat suara. Ini harus diperhatikan dengan cermat,” ujarnya, Senin (18/11/2024).

Swastari menekankan pentingnya simulasi ini sebagai pelajaran berharga bagi KPPS untuk meminimalisir kesalahan pada pelaksanaan Tungsura sesungguhnya. Tahapan Tungsura merupakan tahapan yang sangat krusial karena berpotensi menimbulkan sengketa, termasuk ancaman Pemungutan Suara Ulang (PSU) jika terjadi kekeliruan.

Catatan lain yang diberikan Bawaslu  Kabupaten Dompu adalah kewajiban pemilih untuk menunjukkan KTP yang disesuaikan dengan Formulir Undangan (C6). Meskipun hanya simulasi, prosedur ini tetap wajib dijalankan sebagai bentuk kedisiplinan terhadap aturan pemilu.

Dari hasil simulasi di TPS 05, tercatat 411 dari 586 pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) menggunakan hak pilihnya. Sisanya, sebanyak 175 pemilih, tidak hadir dengan alasan bervariasi, di antaranya karena tidak mengetahui adanya undangan atau menganggap simulasi kurang penting.

Swastari berharap simulasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesiapan semua pihak. “Tahapan tungsura adalah penentu. Kedisiplinan, kecermatan, dan pemahaman KPPS sangat dibutuhkan untuk memastikan proses berjalan lancar dan sesuai aturan,” tegasnya.

Foto : Saharudin

Editor : Farid