Swastari: Ajak Mahasiswa Jadi Agen Penangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian di Media Sosial
|
Dompu, Bawaslu Kabupaten Dompu-Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Dompu, Swastari, mengajak mahasiswa untuk berperan aktif sebagai agen penangkal hoaks dan ujaran kebencian di media sosial. Dalam kegiatan Ukhuwah dan Silaturahmi Mahasiswa Baru (BUSMBA) Tahun Akademik 2024/2025 yang digelar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YAPIS Dompu, Selasa (2/10/2024), Swastari menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai alat untuk menyebarkan informasi yang akurat, meningkatkan kesadaran publik, dan mendorong partisipasi dalam pemilu.
"Sebagian besar dari kalian, hampir 100%, memiliki akun media sosial. Platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan Twitter sangat efektif menjangkau audiens yang lebih luas. Manfaatkan platform ini untuk mendiskusikan isu penting, menyaring informasi yang masuk, dan menjadi agen penangkal hoaks," ujar Swastari di hadapan para mahasiswa.
Selain itu, Swastari juga mengajak mahasiswa untuk bersikap kritis dan berani melaporkan pelanggaran pemilu yang mereka temui di masyarakat. "Kami di Bawaslu bertanggung jawab menegakkan keadilan dalam pemilu. Jika ada pelanggaran, kami tidak akan pandang bulu, semuanya akan ditindak sesuai aturan," tegasnya.
Swastari berharap mahasiswa dapat berperan aktif dalam menjaga keutuhan demokrasi dengan memanfaatkan teknologi untuk kebaikan, serta mengawasi proses pemilu agar tetap bersih dan adil.
Sebagai bagian dari acara tersebut, Swastari juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan STIE YAPIS Dompu. Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan terhadap Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Dompu, guna memastikan pemilu berjalan aman, damai, dan sesuai prinsip demokrasi yang bersih dan transparan.
Penulis dan Foto : Sri
Editor : Farid