Hasan Basri : Inilah Perlawanan Terhadap Kedzoliman
|
DOMPU, Bawaslu Kabupaten Dompu - Untuk terwujudnya pelaksanaan pesta Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Dompu terus bergerak memberikan pemahaman kepada seluruh personil pengawas Pemilu terutama anggota Panwas di Kecamatan guna menggandeng semua elemen masyarakat untuk ikut berpartispasi secara aktif pada semua tahapan penyelenggaran Pemilu.
\n\n\n\nBertempat di Halo-Halo Cafe, Pantai Wadu Jao, Desa Jambu Kecamatan Pajo, Rabu 10/05/2023, Bawaslu Kabupaten Dompu menggelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif yang dihadiri oleh seluruh anggota Panwas dari semua Kecamatan di Kabupaten Dompu.
\n\n\n\nAnggota Bawaslu NTB, Hasan Basri, yang secara khusus diundang untuk berceloteh pada kegiatan sosialisasi ini menyebut Pengawasan partisipatif sebagai salah satu bentuk perlawanan terhadap kedzoliman. Untuk itu dia menghimbau kepada seluruh personil Panwas agar berinteraksi dengan banyak komunitas guna mentransfer tentang pola dan ilmu pengawasan pada pelaksanaan tahapan pemilu 2024.
\n\n\n\nDalam membangkitkan semangat pengawasan pada seluruh personil Panwas Kecamatan, Hasan Basri bahkan membanding anggota Panwas laksana Malaikat pencatat kebaikan dan keburukan Rakib dan Atit. “Dalam melakukan pengawasan, kita harus punya catatan dan data yang actual, terutama form A karena form A adalah jimatnya pengawasan,” tukas Hasan.
\n\n\n\nKepada seluruh anggota Panwas Kecamatan di Kabupaten Dompu, Hasan Basri juga menyebut pentingnya memendam prasangka buruk di dalam melakukan pengawasan. “Seorang pengawas tidak boleh beranggapan bahwa setiap kondisi pengawasan adalah baik-baik saja, kita harus mencurigai adanya hal yang tidak benar pada setiap tahapan pengawasan,” tegasnya.
\n\n\n\nEditor : Farid
\n