Bawaslu Dompu Gelar Rakor dan Penandatanganan Bersepakat Pilkada Aman dan Damai
|
Dompu, Bawaslu Kabupaten Dompu - Bawaslu Kabupaten Dompu menggelar rapat koordinasi dan penandatanganan bersepakat untuk pilkada aman dan damai pada pemiliban serentak tahun 2024 acara di laksanakan di cafe laberca, Senin (09/09/2024).
Dalam kesempatan tersebut ketua Bawaslu Kabupaten Dompu Swastari memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang hadir dan berpartisipasi aktif. Beberapa catatan penting yang disampaikan Swastari kepada semua pihak yang hadir diantaranya, Swastari mengatakan ada 14 ASN yang sudah direkomendasikan, hal tersebut merupakan hasil pengawasan dan lebih banyak berasal dari laporan dari masyarakat.
“Kami minta kepada Sekda dan BKD secara khusus untuk menertibkan para Aparataur Sipil Negara (ASN) agar tidak terlbat dalam politik praktis, karena prinsip Bawaslu cegah, cegah dulu baru kami awasi dan kami tidak akan segan-segan untuk menindak jika para ASN ini terbukti melanggar netralitas’’ tegasnya
Selain itu, Swastari menjelaskan sebagai salah satu upaya untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Dompu, Bawaslu akan melakukan deklarasi dan pembacaan ikrar pemilu damai bersama dengan kepala desa dan jajarannya dalam waktu dekat, dengan koordinasi dengan DPMD dan akan mengundang kembali Bapak/Ibu yang hadir pada pagi hari ini sebagai saksi.
“Berkaitan dengan pelanggaran yang dilakukan oleh para Kepala Desa dan aparatur desa, Kami sudah menindak lanjuti dengan rekomendasi Kepada Bupati Dompu yang disampaikan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes)” Jelas Swastari dalam koordinasi terebut.
Bawaslu juga melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudulam dan Pencatatan Sipil dan meminta secara kkhusus kepada kepala Dinas yang hadir terkait warga binaan yang ada di Lapas (lembaga pemasyarakatan).
“Warga binaan yang ada di Lapas (lembaga pemasyarakatan), tidak serta merta dilakukan penerbitan identitas yang baru, tetapi terlebih dahulu melakukan pendekatan kepada keluarganya, mungkin KTPnya berada dirumah yang bersangkutan dan lain sebagainya, hal ini sebaiknya dilakukan sebagai upaya-upaya agar tidak terbit KTP ganda’’ ujar Swastari dalam rakor tersebut.
Masih dalam rakor yang sama, Bawaslu juga berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk aktif membantu mencegah pelibatan anak di bawah umur pada kegiatan kampanye saat tahapan Pilkada nanti, karena Bawaslu Kabupaten Dompu telah mengidentifikasi adanya pelibatan anak saat deklrasi dua bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di Dompu beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Aca Tari sapaan akrabnya juga memberikan catatan penting Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Dompu pentingnya kolaborasi dalam mencegah pelanggaran netralitas ASN. Karena dari hasil identifikasi oleh Bawaslu, pelanggaran netralitas sebagian besar melibatkan tenaga pengajar (guru) berstatus ASN tidak sedikit.
“Khusus untuk Guru ASN pak Kadis, para Pendidik mohon untuk dihimbau agar tidak melakukan dan mengucapkan sesuatu yang melanggar prinsip-prinsip netralitas ASN, pendampingan ini sangat perlu terutama di desa-desa dan kecamatan agar ketika Bawaslu menyampaikan peringatan dan imbauan dapat diterima dan diindahkan” ujar Swastari.
Sementaran kepada Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Dompu untuk terus menjadi sumbu dalam informasi yang berkualiatas.
Dalam kesempatan terebut Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu juga berkoordinasi dengan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup berkaitan rencana penertiban alat peraga sosialisasi bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati yang tidak sesuai aturan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri, kami butuh bantuan Pak Kasat Pol PP dan Kadis DLH , namun sebelum menertibkan alat peraga sosialisasi, Kami akan mengirim surat kepada sejumlah pemilik alat peraga agar menertibkan sendiri” jelasnya.
Semenetara itu, Bupati Dompu yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dompu, Gatot Gunawan berharap, peserta Pilkada serentak 2024 di Kabupaten Dompu berjalan aman dan damai dengan menjujung tinggi sportivitas. Pilkada Damai bukan hanya slogan namun harus diikhtiarkan bersama.
“Harapannya, persentase masyarakat yang memilih untuk tidak memilih atau menjadi kelompok golongan putih (golput) berkurang. Kita sudah diangka 90% an pada pemilu sebelumnya, mari kita tingkatkan lagi parisipasi masyarakat agar Pilkada aman damai, berintegritas dan berlangusng dengan riang gembira di Kabupaten Dompu kita tercinta ini’’ jelasnya dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tesebut Gatot juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah stakeholder terkait, jajaran Forkopimda terutama TNI-POLRI dan seluruh pihak yang mempunyai andil besar sehingga kondusifitas daerah, keamanan dan ketertiban masyarakat (kantibmas) terjaga.
Adapun pihak-pihak yang hadir dalam rakor dan penandatanganan pemilu damai yaitu Ketua KPU Kabupaten Dompu, Dandim 1614/ Dompu, Kapolres Dompu, Ketua DPRD Kabupaten Dompu, Kepala Satuan Pol PP Kabupaten Dompu, Ketua MUI Kabupaten Dompu, Koordinator Posda Badan Intelijen Negara (BIN) Pulau Sumbawa, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Dompu Kepala Badan Kesabangpoldagri Kabupaten Dompu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu, Koordinator Sentra Penegakan Hukum (Sentra Gakumdu) Kabupaten Dompu, Kepala Kejaksaan Negeri Dompu, Ketua Pengadilan Negeri Dompu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten, Dompu, pimpinan media serta sejumlah stake holder terkait.
Dalam kesempatan tersebut Dandim 1614/Dompu menyampaikan materi tentang peran TNI dam PAM Pilkada 2024 Kabupaten Dompu. Materi lainnya dari Kapolres Dompu yang di wakili oleh kabag Ops Polres Dompu dan juga materi dari Kepala Badan Kesbangpoldagri Kabupaten Dompu.
Penulis dan Foto : Sri
Editor : Farid