Bawaslu Dompu Gandeng Mahasiswa Empat PTS untuk Perkuat Pengawasan Partisipatif Pilkada 2024
|
Dompu - Bawaslu Kabupaten Dompu – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Dompu terus meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya pengawasan partisipatif pada Pilkada 2024. Kali ini, lembaga pengawas pemilu di Bumi Nggahi Rawi Pahu menyasar mahasiswa dari empat perguruan tinggi swasta (PTS) di Dompu sebagai peserta sosialisasi pengawasan partisipatif. Empat PTS tersebut adalah STKIP Yapis, STIE Yapis, STKIP Al Amin, dan Al Amin Dompu.
Kegiatan yang berlangsung di Cafe Laberka pada Selasa (20/8/2024) ini mengusung tema "Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan dalam Mengawasi Pelaksanaan Pilkada 2024". Acara tersebut dibuka oleh Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (HP2H) Bawaslu Kabupaten Dompu, Wahyudin.
Sebagai bentuk komitmen untuk terlibat langsung dalam pengawasan partisipatif, pimpinan empat PTS tersebut menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Bawaslu. Sebelumnya, Bawaslu Dompu juga telah menggandeng sejumlah media massa di daerah itu dan menandatangani MoU terkait pengawasan partisipatif Pilkada 2024.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan partisipatif, mengingat tahapan pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota tahun 2024 telah dimulai,” ujar Wahyudin dalam sambutannya.
Selain mahasiswa, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Bawaslu, unsur TNI/Polri, dan pers. Adapun pemateri sosialisasi adalah mantan Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu Irwan, serta pegiat pemilu Suherman Ahmad.
Wahyudin menjelaskan bahwa sosialisasi ini awalnya direncanakan melalui program "Bawaslu Goes to Campus", namun karena padatnya kegiatan Bawaslu, sosialisasi dipusatkan di satu tempat. Meski demikian, kegiatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan akan ditindaklanjuti dengan peran aktif mahasiswa dalam menyebarkan pengetahuan tentang pengawasan partisipatif kepada sesama mahasiswa.
“Bawaslu akan mendampingi mahasiswa saat mereka mengadakan sosialisasi di kampus atau tempat lainnya, guna memperdalam materi terkait pengawasan partisipatif,” tambah Wahyudin.
Menurutnya, kesuksesan Pilkada 2024 bukan hanya tanggung jawab KPU dan Bawaslu, tetapi juga semua elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Wahyudin mencontohkan bahwa mahasiswa dapat melaporkan jika ada pemilih yang belum dicoklit oleh petugas atau jika ada ASN yang terlibat dalam politik praktis.
"Mahasiswa juga diharapkan aktif menyosialisasikan informasi terkait Pilkada kepada masyarakat. Meski tidak ada kompensasi materi, ini adalah tanggung jawab moral kita bersama untuk menjaga demokrasi di Dompu agar berlangsung aman, damai, dan sesuai harapan." tutupnya.
Penulis dan Foto : Bawaslu kabupaten Dompu
Editor : Farid