Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Dompu Bersama BEM STKIP Al-Amin Gelar Konsolidasi Demokrasi, Serap Aspirasi Mahasiswa

Bawaslu Dompu Bersama BEM STKIP Al-Amin Gelar Konsolidasi Demokrasi, Serap Aspirasi Mahasiswa

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Dompu bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Al-Amin Dompu saat menggelar Konsolidasi Demokrasi sebagai ruang dialog untuk mendengar pendapat, aspirasi, serta keluh kesah mahasiswa terkait pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Pada Kamis (22/10/2026).

Dompu, Bawaslu Kabupaten Dompu - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Dompu bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Al-Amin Dompu menggelar Konsolidasi Demokrasi sebagai ruang dialog untuk mendengar pendapat, aspirasi, serta keluh kesah mahasiswa terkait pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Pada Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai persoalan demokrasi, mulai dari efektivitas pengawasan tahapan Pemilu hingga praktik politik uang yang masih menjadi tantangan dalam mewujudkan demokrasi yang jujur dan berintegritas.

Dalam dialog tersebut, BEM STKIP Al-Amin Dompu mempertanyakan sejauh mana Bawaslu menjalankan pengawasan terhadap seluruh tahapan Pemilu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menanggapi hal itu, Syafruddin, menegaskan bahwa pengawasan merupakan bagian penting dalam memastikan proses Pemilu berjalan sesuai aturan.

“Kami selalu mengawasi setiap tindakan KPU pada setiap tahapan Pemilu agar berjalan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Syafruddin.

Senada dengan itu, Wahyudin, menjelaskan bahwa pelaksanaan pengawasan Bawaslu memiliki batas kewenangan yang telah ditetapkan dalam regulasi.

“Ruang lingkup kerja kami mutlak didasarkan pada regulasi. Sejauh yang diatur oleh undang-undang, sejauh itulah kami melakukan pengawasan terhadap Pemilu,” jelas Wahyudin.

Meski demikian, Wahyudin mengakui bahwa pelaksanaan pengawasan di lapangan masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan jumlah personel yang tidak sebanding dengan luas wilayah dan banyaknya objek pengawasan.

“Kami menghadapi keterbatasan personel. Jumlah tim pengawas di lapangan sangat terbatas, sementara jumlah objek dan wilayah yang harus diawasi sangat luas,” ungkapnya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Bawaslu Kabupaten Dompu mendorong penguatan pengawasan partisipatif dengan melibatkan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat.

“Sebagai langkah awal, kami akan melakukan koordinasi intensif dengan teman-teman BEM untuk menyusun tindak lanjut pengawasan partisipatif,” ujar Wahyudin.

Ia menambahkan, sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan perlu diperkuat agar pengawasan Pemilu dapat berjalan lebih optimal.

“Kami berkomitmen untuk memperkuat peran dan sinergi dengan seluruh stakeholder demi menyukseskan Pemilu yang bersih,” tambahnya.
 

Penulis dan Foto : Syandi Mulyadin

Edior : Farid