Bawaslu Dompu Ikuti Rapat Pembinaan dan Evaluasi Nasional, Sekjen Tekankan Soliditas dan Kesehatan Organisasi
|
Dompu, Bawaslu Kabupaten Dompu – Kasubag Administrasi Bawaslu Kabupaten Dompu, Agus Awaluddin bersama Kasubag Pengawasan Pemilu dan Humas Bawaslu Kabupaten Dompu, Mahisa Mareati dan Kasubag Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu dan Hukum, Endang Dewi Nurni mengikuti rapat rutin pembinaan dan evaluasi sekretariat Bawaslu/Panwaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI secara daring pada Senin (09/02/2026).
Rapat yang dilaksanakan oleh Bawaslu RI tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi, pembinaan, serta evaluasi kinerja sekretariat Bawaslu di seluruh Indonesia, khususnya dalam menghadapi dinamika kelembagaan dan peningkatan kualitas tata kelola organisasi.
Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Ferdinand Eskol Tiar Sirait menyampaikan sejumlah penekanan penting kepada seluruh jajaran sekretariat Bawaslu provinsi dan kabupaten/kota. Ia menegaskan pentingnya rasa memiliki terhadap lembaga.
“Jika bapak ibu merasa Bawaslu ini adalah rumah bapak ibu sendiri, maka pikirkan bagaimana bekerja dengan baik. Saling bahu membahu untuk mendiskusikan hal-hal yang baik,” ujar Ferdinand.
Ia juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang nyaman. Menurutnya, apabila ruang kantor dirasa kurang nyaman, maka perlu dilakukan kajian untuk mencari solusi, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
“Jika ruang kantor terasa tidak nyaman, kita harus berpikir ulang untuk melakukan kajian mencari ruang kantor yang baru. Mari kita diskusikan cara penyelesaian atau koordinasi dengan kepala daerah setempat,” tambahnya.
Terkait mutasi pegawai yang baru saja dilakukan, Ferdinand menegaskan bahwa mutasi merupakan hal yang biasa dalam sebuah organisasi dan merupakan bagian dari tata kelola kelembagaan. Ia meminta seluruh jajaran untuk tidak berkeluh kesah dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Mutasi adalah hal yang biasa dalam lembaga ini, bagian dari tata kelola organisasi. Saya berharap bapak ibu stop untuk berkeluh kesah, jalani saja apa yang sudah menjadi kewajiban kita,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa mutasi dilakukan melalui kajian yang mendalam.
“Kami melakukan mutasi bukan secara serampangan, tetapi dengan kajian mendalam. Saya berharap bapak ibu bisa menjadi kawan dan saudara untuk melakukan kerja-kerja Bawaslu ke depannya,” lanjut Ferdinand.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan kesehatan organisasi. Menurutnya, ASN sebagai bagian dari supporting system harus mampu membangun hubungan yang baik dengan komisioner serta menciptakan suasana kerja yang harmonis.
“Pentingnya kesehatan mental, kita sebagai ASN harus selalu menjaga kesehatan mental dan kesehatan organisasi karena kita merupakan supporting system. Maka kita harus membangun hubungan yang baik dengan komisioner dan memastikan bahwa kantor kita adalah kantor yang harmonis,” jelasnya.
Melalui diskusi bersama jajaran pimpinan, termasuk Deputik Bidang Administrasi Bawaslu RI Laba Yoni, disampaikan bahwa kegiatan pembinaan dan evaluasi ini dilaksanakan untuk menampung berbagai keluhan yang muncul di level bawah.
“Alasan dilaksanakan acara seperti ini yaitu untuk mengatasi keluhan-keluhan yang ada di level bawah. Namun tidak semua keluhan bisa langsung kami selesaikan, artinya semua hal akan kami diskusikan ke level pimpinan,” ungkapnya.
Di akhir arahannya, Sekretaris Jenderal Bawaslu RI mengingatkan agar seluruh jajaran tetap mematuhi ketentuan terkait pola kerja WFA dan WFO.
“Terakhir, saya minta bapak ibu tidak mencabut terkait WFA dan WFO, karena hal tersebut adalah instrumen kepatuhan kita pada aturan-aturan yang berlaku,” tutupnya.
Penulis : Farid
Editor : Farid