Bawaslu Dompu Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif di SMA Negeri 1 Dompu
|
Dompu, Bawaslu Kabupaten Dompu - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Dompu menggelar kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Dompu, Selasa (14/10/2025). Kegiatan bertajuk Lao Lamba Sekolah (Mengunjungi Sekolah) dengan tema “Jujur Memilih Cerdas Berdemokrasi Pada Pemilih Pemula” ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Dompu untuk menumbuhkan kesadaran demokrasi dan partisipasi aktif generasi muda dalam pengawasan Pemilu.
Kegiatan tersebut diawali dengan sambutan Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu, Irwan, yang membuka acara dengan sebuah pantun: Pergi ke sekolah naik sepeda,Di depan gerbang disapa teman.SMAN 1 lahirnya generasi bangsa,Suara dan karyamu penentu masa depan.
Dalam sambutannya, Irwan menekankan pentingnya pendidikan politik sejak dini sebagai fondasi pembentukan pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab.
“Kami berharap para siswa bisa menjadi agen perubahan dan turut serta dalam mengawasi pemilu di lingkungan masing-masing. Sekalipun belum memiliki hak pilih, pemahaman tentang demokrasi harus mulai ditanamkan sejak sekarang,” ujarnya.
Irwan juga menjelaskan bahwa pemilih pemula perlu diberi pemahaman mengenai kesadaran politik, termasuk pentingnya memiliki tanggung jawab terhadap negara.
“Yang bisa menjadi pemilih adalah mereka yang berusia 17 tahun atau sudah menikah, dan harus dibuktikan dengan KTP elektronik. Karena itu, kami mendorong para siswa yang sudah cukup umur untuk segera melakukan perekaman KTP elektronik,” tambahnya.
Menutup sosialisasi, Irwan kembali menyampaikan pantun penuh makna:
Burung merpati terbang ke awan,Hinggap di ranting pohon kenari.SMAN 1 penerus harapan,Belajar demokrasi dalam tugas literasi.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Dompu, Wahyudin, turut memberikan materi mengenai praktik berdemokrasi di lingkungan sekolah. Ia menyoroti pentingnya proses pemilihan Ketua OSIS sebagai sarana belajar berorganisasi dan menerapkan nilai-nilai demokrasi yang bersih.
“Dalam proses pemilihan Ketua OSIS, seringkali ada pihak yang mencoba memengaruhi hasil dengan cara yang tidak benar. Karena itu, sejak di sekolah, siswa harus belajar memilih berdasarkan visi dan misi calon, bukan karena iming-iming atau pemberian dalam bentuk apapun,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar generasi muda menolak segala bentuk politik uang, baik dalam konteks sekolah maupun dalam pelaksanaan Pemilu di masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan dan aktif menjawab pertanyaan dari narasumber. Sebagai bentuk apresiasi, Bawaslu Kabupaten Dompu memberikan reward kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar.
Melalui kegiatan “Lao Lamba Sekolah”, Bawaslu Dompu berharap dapat menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam mengawal penyelenggaraan Pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat.
Penulis dan Foto : Farid
Editor : Farid