Bawaslu Dompu Gelar “Lao Lamba Sekolah”, Perkuat Pengawasan Partisipatif Pemilih Pemula
|
Dompu, Bawaslu Kabupaten Dompu – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Dompu melaksanakan kegiatan Lao Lamba Sekolah berupa sosialisasi pengawasan partisipatif bersama pemilih pemula di SMK Negeri 2 Dompu, Senin (19/1/2026).
Kegiatan ini dirangkaikan dengan pelaksanaan upacara bendera, di mana Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu, Irwan, bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Irwan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada keluarga besar SMK Negeri 2 Dompu yang telah menerima kehadiran Bawaslu dalam pelaksanaan upacara tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar SMK Negeri 2 Dompu yang telah menerima kehadiran kami. Kehadiran kami hari ini merupakan bagian dari program Bawaslu Kabupaten Dompu yang bernama Lao Lamba Sekolah, yaitu program kunjungan dan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” ujar Irwan.
Pada kesempatan tersebut, Irwan juga memperkenalkan lembaga Bawaslu kepada para siswa sebagai pemilih pemula, sekaligus menjelaskan makna dan filosofi logo Bawaslu sebagai simbol lembaga pengawas demokrasi.
Menurut Irwan, upacara bendera merupakan salah satu bentuk pendidikan kedisiplinan yang sangat penting bagi generasi muda.
“Upacara bendera yang kita laksanakan hari ini merupakan salah satu bentuk pendidikan kedisiplinan. Orang yang sukses adalah orang yang disiplin, baik disiplin terhadap waktu maupun terhadap tanggung jawab yang diembannya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Bawaslu di sekolah tidak hanya sebatas menjadi pembina upacara, melainkan bagian dari kemitraan berkelanjutan antara Bawaslu dan satuan pendidikan.
“Kami hadir hari ini tidak hanya sebagai pembina upacara dan tidak hanya berhenti sampai di sini saja, karena program kemitraan Bawaslu dengan sekolah akan terus berjalan,” tambah Irwan.
Lebih lanjut, Irwan menjelaskan bahwa selama ini Bawaslu kerap dikenal masyarakat hanya pada saat tahapan Pemilu dan Pilkada. Pada masa non-tahapan, Bawaslu sering dinilai sebagai lembaga yang bekerja secara musiman, padahal pada masa tersebut Bawaslu tetap menjalankan tugas dan fungsinya.
“Pada masa non-tahapan pun Bawaslu tetap melaksanakan tugas, salah satunya melalui kegiatan sosialisasi seperti yang dilakukan hari ini. Tujuannya adalah memperkenalkan Bawaslu serta tugas dan fungsinya kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” terangnya.
Irwan juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara demokrasi, di mana rakyat memiliki peran penting dalam menentukan pemimpin yang akan membawa bangsa dan negara ke arah yang lebih baik. Ia pun menjelaskan perbedaan antara Pemilu dan Pilkada, di mana Pemilu berskala nasional, sedangkan Pilkada merupakan pemilihan kepala daerah.
Dalam pemaparannya, Irwan menyampaikan moto Bawaslu, yaitu “Awasi, Cegah, Tindak (ACT)”. Bawaslu bertugas mengawasi seluruh tahapan Pemilu dan Pemilihan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam penyelenggaraan Pemilu, terdapat dua lembaga utama, yakni KPU sebagai penyelenggara dan Bawaslu sebagai pengawas.
Ia menambahkan bahwa dalam menjalankan tugasnya, Bawaslu juga melibatkan partisipasi masyarakat sebagai mitra pengawasan.
“Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri karena keterbatasan personel. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan peran serta masyarakat dalam mengawasi jalannya Pemilu,” ujarnya.
Tahapan yang diawasi Bawaslu dimulai sejak tahap awal, salah satunya pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih yang dimulai dari warga negara yang telah berusia 17 tahun. Oleh sebab itu, pemilih pemula, khususnya siswa kelas XII, menjadi salah satu sasaran penting dalam kegiatan sosialisasi Bawaslu.
Irwan juga mencontohkan praktik demokrasi dalam lingkup sekolah, seperti pemilihan OSIS, sebagai bentuk demokrasi kecil yang dapat dipelajari oleh siswa.
Selain pengawasan, Bawaslu juga melakukan pencegahan terhadap berbagai bentuk pelanggaran Pemilu, terutama politik uang yang dikenal sebagai kejahatan demokrasi. Bawaslu juga mengawasi netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak berpihak kepada salah satu calon.
“Semua hal tersebut harus kita jaga dan awasi bersama, dimulai dari lingkungan kita sendiri, demi mewujudkan Pemilu yang jujur, adil, tertib, dan bermartabat di masa yang akan datang,” tegasnya.
Menutup amanatnya, Irwan mengajak seluruh peserta upacara, khususnya para siswa, untuk terus meningkatkan kedisiplinan dan rasa nasionalisme.
“Mari kita tingkatkan disiplin, mari kita tingkatkan nasionalisme kita, karena kalian adalah generasi penerus bangsa,” pungkas Irwan.
Penulis dan Foto : Farid
Editor : Farid