Bawaslu Dompu Gelar Lao Lamba Sekolah, Edukasi Pemilih Pemula di MAN 1 Dompu
|
Dompu, Bawaslu Kabupaten Dompu - Bawaslu Kabupaten Dompu kembali melaksanakan kegiatan Lao Lamba Sekolah dalam rangka sosialisasi pengawasan partisipatif bersama pemilih pemula di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Dompu, Jumat (06/02/2026).
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelajar sebagai pemilih pemula tentang pentingnya demokrasi serta peran aktif masyarakat dalam mengawal proses pemilu yang jujur dan berintegritas.
Kepala MAN 1 Dompu yang diwakili Abdul Basrin dalam sambutannya menyampaikan agar para siswa mencermati dengan baik materi yang disampaikan oleh Bawaslu. Menurutnya, sosialisasi tersebut sangat penting untuk menambah pemahaman siswa tentang demokrasi.
“Apa yang disampaikan oleh Bawaslu mohon dicermati dengan baik, karena ini tentang demokrasi dan bagaimana kita memahami demokrasi itu sendiri. Saya berharap sosialisasi ini dapat bermanfaat bagi anak-anak semua,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Dompu, Syafruddin, menyampaikan materi tentang peran pemilih pemula dalam mengawal pemilu. Ia menegaskan bahwa para pelajar ke depan akan menjadi pemilih pemula yang memiliki peran penting dalam menentukan arah kepemimpinan bangsa.
“Ke depan adik-adik akan menjadi pemilih pemula. Saya berharap jangan sekadar memilih, tetapi juga memahami siapa calon pemimpin yang dipilih,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar pemilih tidak terpengaruh praktik politik uang. Menurutnya, memilih karena imbalan uang akan merugikan masyarakat sendiri karena hak untuk menuntut kinerja pemimpin menjadi lemah.
“Jika memilih karena uang, maka kita tidak bisa menuntut hak-hak kita, karena seolah-olah sudah ‘dibayar’. Dalam memilih itu ada amanah, sehingga harus mampu melihat rekam jejak calon pemimpin agar dapat melahirkan pemimpin yang mampu membangun daerah maupun negara,” jelasnya.
Dia juga menegaskan bahwa para pelajar bukan hanya pemilih pemula, tetapi juga calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu, mereka diharapkan memiliki kesadaran politik yang baik serta berani terlibat dalam pengawasan pemilu.
Ia mengajak para siswa untuk tidak apatis terhadap politik serta berani melaporkan jika menemukan pelanggaran pemilu, seperti politik uang maupun penyebaran hoaks. Selain itu, siswa juga diharapkan dapat menjadi agen sosialisasi di lingkungan sekitar.
“Kami di Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri karena keterbatasan personel. Kami berharap adik-adik dapat membantu dengan melaporkan jika melihat pelanggaran pemilu, serta menyosialisasikan pentingnya pemilu yang bersih kepada orang terdekat,” katanya.
Dalam penyampaiannya Syafrudin, jua menjelaskan demokrasi tidak bertentangan dengan prinsip Islam, karena nilai-nilai utama yang diperjuangkan dalam demokrasi seperti amanah, keadilan, kejujuran, dan kelurusan dalam kepemimpinan merupakan ajaran fundamental dalam Islam.
Demokrasi bukanlah agama atau akidah, melainkan mekanisme untuk memilih dan mengawasi pemimpin agar kekuasaan dijalankan secara adil, bertanggung jawab, dan berpihak pada kemaslahatan umat. Oleh karena itu, ketika demokrasi dijalankan dengan menjunjung nilai moral dan etika, maka prinsip-prinsip demokrasi sejalan dan selaras dengan prinsip Islam.
Di akhir penyampaiannya, Syafruddin berpesan kepada para pelajar agar tidak takut terhadap politik, melainkan menjadikannya sebagai sarana untuk berkontribusi bagi bangsa.
“Jangan anti politik, jangan takut dengan politik. Jika orang-orang baik tidak terjun ke politik, maka orang-orang yang tidak baik yang akan menguasainya,” tutupnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Dompu, Wahyudin, menyampaikan bahwa para pelajar yang hadir akan menjadi pemilih pemula pada pemilu mendatang. Ia mengingatkan agar dalam menentukan pilihan tidak dipengaruhi oleh praktik politik uang.
“Adik-adik semua ini akan menjadi pemilih pemula. Jangan sampai dalam memilih karena politik uang. Saya berharap pada saat pemilu nanti adik-adik juga dapat memberikan pemahaman kepada keluarga maupun orang di sekitar untuk tidak memilih karena imbalan uang,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa proses pemilihan umum dapat dianalogikan seperti pemilihan ketua OSIS di sekolah, di mana pemilih diharapkan memilih pemimpin yang memiliki kemampuan dan integritas, bukan karena faktor lain.
Menutup kegiatan tersebut, Wahyudin memperkenalkan Bawaslu Kabupaten Dompu, lingkungan kerja Bawaslu, serta tugas dan fungsi Bawaslu dalam melakukan pengawasan pemilu kepada para siswa sebagai pemilih pemula.
Kegiatan Lao Lamba Sekolah ini diakhiri dengan sesi tanya jawab serta pembagian suvenir kepada siswa yang mampu menjawab pertanyaan dari pimpinan dan Kepala Subbagian Pengawasan Pemilu dan Humas Bawaslu Kabupaten Dompu, Mahisa Mareati.
Penulis dan Foto : Farid
Editor : Farid